Kategori: Hukum dan Kriminal

  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Raih Penghargaan atas Kiprah Menjaga Keamanan dan Ketahanan Energi

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Raih Penghargaan atas Kiprah Menjaga Keamanan dan Ketahanan Energi

    Kapolda Sumsel Raih Penghargaan atas Kiprah Menjaga Keamanan dan Ketahanan Energi

    JAKARTA, — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menerima penghargaan detikSumatera Awards 2026 dalam kategori Penjaga Keamanan dan Ketahanan Energi di Bumi Sriwijaya, Jumat (28/8/2026) malam.

     

    Penghargaan dalam Anugerah Figur Akselerator Kemajuan tersebut diterima langsung Kapolda Sumsel pada acara yang digelar di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta. Trofi penghargaan diserahkan Pemimpin Redaksi detikcom Ardhi Suryadhi.

     

    Penghargaan itu menjadi apresiasi terhadap kiprah Polda Sumsel dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mendukung ketahanan energi di Sumatera Selatan melalui pengamanan, kolaborasi lintas sektor, serta berbagai program yang melibatkan masyarakat.

     

    Kapolda Sumsel menyampaikan apresiasi kepada detik.com dan seluruh pihak yang memberikan penghargaan tersebut kepada Polda Sumatera Selatan.

     

    “Suatu kehormatan dan kebanggaan bahwa Polda Sumatera Selatan bisa ikut memberikan kiprah dalam rangka ketahanan energi di Sumatera Selatan, khususnya melaksanakan program Bapak Presiden untuk swasembada energi, meningkatkan lifting minyak yang ada di Sumatera Selatan, dengan mengoptimalkan seluruh potensi sumur minyak rakyat yang ada di Sumatera Selatan,” ujar Irjen Pol. Sandi Nugroho.

     

    Menurut Kapolda, upaya tersebut diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan.

     

    “Mudah-mudahan ini bisa membawa kemanfaatan bagi masyarakat Sumatera Selatan, bisa meningkatkan perekonomian, kesejahteraan, serta menjadikan pemerintah dan masyarakat semakin solid dan semakin kuat untuk bisa melaksanakan pembangunan-pembangunan lainnya, sehingga Sumatera Selatan menjadi lebih baik lagi,” katanya.

     

    Di sisi lain, Polda Sumsel terus memperkuat pemeliharaan Kamtibmas melalui pendekatan kepolisian yang humanis dan berbasis kemitraan masyarakat. Sejumlah program yang dijalankan antara lain SAROMA (Sambang Ronda Malam), SULING (Subuh Keliling), Jumat Curhat dan Kedai DEKAT, serta penguatan sistem pengamanan swakarsa melalui Satkamling.

     

    Kemitraan dengan masyarakat juga dikembangkan melalui keterlibatan komunitas ojek online sebagai mitra strategis kepolisian. Melalui Kedai ADO Presisi, Kedai Kamtibmas hingga gerakan Nyago Bumi Sriwijaya, komunitas ojol dirangkul untuk ikut menjaga keamanan, keselamatan berlalu lintas, serta memberikan informasi cepat terkait potensi gangguan Kamtibmas di lapangan.

     

    Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat kolaborasi yang terus digaungkan Kapolda Sumsel. Menurutnya, keamanan tidak dapat dibangun kepolisian sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

     

    “Kita tidak membutuhkan seorang pahlawan tunggal Superman seperti yang ada di televisi, melainkan membutuhkan sebuah Super Team yang dibangun dari seluruh komponen yang ada. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama, sehingga hanya melalui kolaborasi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat kita mampu menciptakan situasi yang aman,” tegas Kapolda.

     

    Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Polda Sumsel untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat dukungan terhadap program strategis pemerintah.

     

    “Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Polda Sumsel untuk terus menjaga Kamtibmas yang kondusif, memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan stakeholder, serta mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan energi agar manfaatnya dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh masyarakat,” ujarnya.

     

    detikSumatera Awards 2026 digagas oleh detikSumut dan detikSumbagsel sebagai regional detikcom di Pulau Sumatera. Ajang tersebut memberikan apresiasi kepada tokoh, institusi pemerintah, BUMD hingga korporasi yang dinilai memiliki kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan Sumatera melalui sejumlah kategori penghargaan.

     

    Penghargaan Penjaga Keamanan dan Ketahanan Energi di Bumi Sriwijaya menjadi dorongan bagi Polda Sumsel untuk terus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Dengan stabilitas Kamtibmas yang terjaga serta pengelolaan potensi energi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, Polda Sumsel terus berkontribusi mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, maju dan sejahtera.

  • Polda Sumsel Terima Penghargaan Bhakti Chandra Pratama atas Pengungkapan Jaringan Narkotika

    Polda Sumsel Terima Penghargaan Bhakti Chandra Pratama atas Pengungkapan Jaringan Narkotika

    Polda Sumsel Terima Penghargaan Bhakti Chandra Pratama atas Pengungkapan Jaringan Narkotika

    PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan menerima Penghargaan Bhakti Chandra Pratama dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI atas kontribusi personelnya dalam mengungkap jaringan narkotika.

    Mewakili Kapolda Sumsel, Dirresnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol. Yulian Perdana, S.I.K., menerima penghargaan tersebut dalam kegiatan Appreciation Day di Aula Kantor Wilayah Bea Cukai Sumbagtim, Rabu (16/9/2026).

    Appreciation Day menjadi bentuk apresiasi kepada stakeholders yang berkontribusi dalam penanggulangan kejahatan narkotika melalui kolaborasi dan penindakan terhadap jaringan gelap secara bersama-sama.

    Sebanyak 55 personel Ditresnarkoba Polda Sumsel menerima penghargaan tersebut. Mereka terdiri dari 30 personel Tim Penindakan 220 Kg Ganja Kering dan 20 Hektare Ladang Ganja serta 25 personel Tim Penindakan 456 Pcs Etomidate dan 10 Butir Ekstasi.

    Kedua tim tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol. Yulian Perdana, S.I.K. Dalam pelaksanaannya, ia didampingi sejumlah perwira, yakni AKBP G. Parlasro Sinaga, S.H., S.I.K., M.H., AKBP Christopher Salohot Panjaitan, S.E., M.Si., Kompol Willy Oscar, AKBP M. Harris, S.H., M.H., dan AKP Randy Dwi Rendra Graha, S.Tr.K., S.I.K., M.H., bersama jajaran Perwira Pertama dan Bintara.

    Mewakili Kapolda Sumsel, Kombes Pol. Yulian Perdana menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Keuangan RI melalui Kanwil Bea Cukai Sumbagtim atas penghargaan yang diberikan kepada personel Polda Sumsel.

    “Saya mewakili Bapak Kapolda Sumsel menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Keuangan, dalam hal ini Kanwil Bea Cukai Sumbagtim, atas penghargaan Bhakti Chandra Pratama yang diberikan kepada personel yang telah berkontribusi dalam upaya penanggulangan kejahatan narkotika,” ujar Kombes Pol. Yulian Perdana.

    Ia menegaskan bahwa kolaborasi dan joint enforcement menjadi bagian penting dalam menghadapi peredaran narkotika yang tidak dapat ditangani oleh satu entitas saja. Upaya tersebut membutuhkan sinergi seluruh stakeholders dan lapisan masyarakat melalui pendekatan herd immunity policing.

    “Kolaborasi merupakan keniscayaan bagi semua pihak dalam perang melawan peredaran narkotika. Perang terhadap narkotika tidak dapat dilakukan oleh satu entitas saja, tetapi membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholders serta seluruh lapisan masyarakat. Joint enforcement harus terus diperkuat dan diiringi dengan herd immunity policing, yaitu pemolisian yang mengaktifkan dan memperkuat kekebalan warga terhadap narkotika dari hulu sampai hilir,” tegasnya.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Dr. Aswin Sipayung, Dirresnarkoba Polda Jambi Kombes Pol. Dewa Palguna, S.I.K., Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol. Hisar Sialagan, S.I.K., Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. Sonny Maharbudi, S.I.K., serta jajaran penyidik Bea Cukai dan personel Polri penerima penghargaan.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengapresiasi capaian dan sinergi lintas instansi yang ditunjukkan Ditresnarkoba Polda Sumsel bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

    “Penghargaan Bhakti Chandra Pratama ini merupakan wujud nyata pengakuan atas dedikasi dan kerja keras personel di lapangan dalam memberantas jaringan peredaran gelap narkotika. Polri tidak bisa bekerja sendiri; kolaborasi erat dengan Bea Cukai, BNN, serta seluruh stakeholders dan elemen masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan joint enforcement. Polda Sumsel akan terus memperkuat komitmen ini guna melindungi masyarakat Sumatera Selatan dari ancaman bahaya narkotika secara terpadu dan berkelanjutan,” tegas Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.

  • Kapolda Metro Jaya besuk tiga personel yang terluka saat bertugas

    Kapolda Metro Jaya besuk tiga personel yang terluka saat bertugas

    Jakarta -Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono menjenguk tiga personel yang sedang menjalani perawatan di RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri, Kamis (17/09/2026).

    Ketiga personel tersebut mengalami cedera saat menjalankan tugas. Mereka yakni Ipda Rizal Zulkarnain dari Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, serta Bripda Aditya Ilyas Nurfauzan dan Bripda Alvin Indra Yudiana dari Satsamapta Polres Metro Jakarta Utara.

    Ipda Rizal mengalami luka tembak pada paha kanan ketika menangani tersangka kasus narkotika yang berupaya merebut senjatanya. Setelah mendapat penanganan awal, Rizal kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

    Sementara itu, Bripda Aditya dan Bripda Alvin mengalami kecelakaan saat melaksanakan patroli keamanan wilayah. Keduanya mengalami cedera pada bagian kaki serta luka di tangan dan masih menjalani perawatan medis.

    Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Metro Jaya berbincang langsung dengan ketiga personel. Asep juga memberikan dukungan dan semangat kepada mereka agar tetap fokus menjalani proses pemulihan.

    “Fokuslah pada pemulihan dan ikuti semua anjuran tim medis. Kami semua mendoakan serta menunggu rekan-rekan pulih sehat dan bertugas kembali melayani masyarakat,” tuturnya.

    Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian pimpinan Polda Metro Jaya terhadap personel yang mengalami cedera saat menjalankan tugas sekaligus memberikan dukungan moril selama menjalani proses pemulihan.

  • Deteksi Dini untuk Menjaga Masa Depan Anak, Polda Metro Jaya Inisiasi Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar

    Deteksi Dini untuk Menjaga Masa Depan Anak, Polda Metro Jaya Inisiasi Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar

    JAKARTA — Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menggagas Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar sebagai upaya memperkuat perlindungan dan pencegahan sejak dini di lingkungan sekolah. Gagasan tersebut disampaikan di Balai Sarbini, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026).

    Bagi orang tua dan sekolah, rasa aman tidak hanya berarti memastikan anak tiba dan pulang dengan selamat. Anak-anak juga membutuhkan sosok yang mau mendengar, memahami persoalan mereka, serta membantu ketika menghadapi ajakan atau pengaruh yang dapat merugikan masa depannya.

    Program tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) yang telah diluncurkan Kapolda Metro Jaya pada 11 Maret 2026. FKPMS sebelumnya dikembangkan di 11 sekolah di Jakarta sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam melakukan deteksi dini serta menangani berbagai persoalan di lingkungan pendidikan.

    Melalui Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar, personel kepolisian diarahkan hadir lebih dekat dengan siswa melalui pendampingan, pembinaan, dan komunikasi yang berkelanjutan. Kehadiran tersebut tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi ditujukan untuk membangun kedekatan agar pelajar memiliki ruang yang aman untuk bertanya, bercerita, dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

    “Yang kita bangun melalui program ini adalah sistem pencegahan sejak dini agar anak-anak kita tidak masuk situasi yang bisa merugikan masa depannya,” kata Komjen Pol. Asep Edi Suheri.

    Bagi para pelajar, program ini diharapkan menghadirkan polisi sebagai sahabat yang dapat dipercaya. Personel akan memberikan pemahaman mengenai risiko berbagai tindakan yang melanggar hukum sekaligus membantu siswa menghadapi tekanan, ajakan, ataupun pengaruh yang berpotensi membawa mereka ke dalam situasi yang merugikan.

    Orang tua dan sekolah juga menjadi bagian penting dalam pola pendampingan tersebut. Komunikasi yang terbuka diharapkan membantu setiap persoalan dikenali lebih awal sehingga dapat ditangani bersama sebelum berkembang lebih jauh.

    Komjen Pol. Asep Edi Suheri menegaskan bahwa perlindungan terhadap pelajar tidak dapat dijalankan oleh kepolisian sendiri. Karena itu, personel diminta memahami karakter lingkungan sekolah, mengenali dinamika yang dihadapi siswa, serta membangun komunikasi yang baik dengan guru dan orang tua.

    Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat tujuan FKPMS dalam membangun sistem pencegahan terhadap berbagai persoalan di lingkungan pendidikan, termasuk perundungan, kekerasan, tawuran, pengaruh negatif media sosial, serta persoalan lain yang dapat mengganggu keamanan dan perkembangan pelajar.

    Melalui Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar, Polda Metro Jaya mendorong terbangunnya kemitraan yang lebih erat antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan siswa. Polisi diharapkan hadir bukan sebagai sosok yang ditakuti, melainkan sebagai pihak yang dapat dipercaya, mau mendengar, dan membantu pelajar ketika menghadapi persoalan yang dapat merugikan masa depannya.

  • Polda Metro Jaya gagas program Bapak Asuh Untuk perkuat perlindungan Siswa di sekolah

    Polda Metro Jaya gagas program Bapak Asuh Untuk perkuat perlindungan Siswa di sekolah

    JAKARTA — Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menggagas Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar sebagai upaya memperkuat perlindungan dan pencegahan sejak dini di lingkungan sekolah. Gagasan tersebut disampaikan di Balai Sarbini, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026).

    Bagi orang tua dan sekolah, rasa aman tidak hanya berarti memastikan anak tiba dan pulang dengan selamat. Anak-anak juga membutuhkan sosok yang mau mendengar, memahami persoalan mereka, serta membantu ketika menghadapi ajakan atau pengaruh yang dapat merugikan masa depannya.

    Program tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) yang telah diluncurkan Kapolda Metro Jaya pada 11 Maret 2026. FKPMS sebelumnya dikembangkan di 11 sekolah di Jakarta sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam melakukan deteksi dini serta menangani berbagai persoalan di lingkungan pendidikan.

    Melalui Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar, personel kepolisian diarahkan hadir lebih dekat dengan siswa melalui pendampingan, pembinaan, dan komunikasi yang berkelanjutan. Kehadiran tersebut tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi ditujukan untuk membangun kedekatan agar pelajar memiliki ruang yang aman untuk bertanya, bercerita, dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

    “Yang kita bangun melalui program ini adalah sistem pencegahan sejak dini agar anak-anak kita tidak masuk situasi yang bisa merugikan masa depannya,” kata Komjen Pol. Asep Edi Suheri.

    Bagi para pelajar, program ini diharapkan menghadirkan polisi sebagai sahabat yang dapat dipercaya. Personel akan memberikan pemahaman mengenai risiko berbagai tindakan yang melanggar hukum sekaligus membantu siswa menghadapi tekanan, ajakan, ataupun pengaruh yang berpotensi membawa mereka ke dalam situasi yang merugikan.

    Orang tua dan sekolah juga menjadi bagian penting dalam pola pendampingan tersebut. Komunikasi yang terbuka diharapkan membantu setiap persoalan dikenali lebih awal sehingga dapat ditangani bersama sebelum berkembang lebih jauh.

    Komjen Pol. Asep Edi Suheri menegaskan bahwa perlindungan terhadap pelajar tidak dapat dijalankan oleh kepolisian sendiri. Karena itu, personel diminta memahami karakter lingkungan sekolah, mengenali dinamika yang dihadapi siswa, serta membangun komunikasi yang baik dengan guru dan orang tua.

    Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat tujuan FKPMS dalam membangun sistem pencegahan terhadap berbagai persoalan di lingkungan pendidikan, termasuk perundungan, kekerasan, tawuran, pengaruh negatif media sosial, serta persoalan lain yang dapat mengganggu keamanan dan perkembangan pelajar.

    Melalui Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar, Polda Metro Jaya mendorong terbangunnya kemitraan yang lebih erat antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan siswa. Polisi diharapkan hadir bukan sebagai sosok yang ditakuti, melainkan sebagai pihak yang dapat dipercaya, mau mendengar, dan membantu pelajar ketika menghadapi persoalan yang dapat merugikan masa depannya.

  • Polda Metro Jaya gagas program Bapak Asuh Untuk perkuat perlindungan Siswa di sekolah

    Polda Metro Jaya gagas program Bapak Asuh Untuk perkuat perlindungan Siswa di sekolah

    JAKARTA — Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menggagas Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar sebagai upaya memperkuat perlindungan dan pencegahan sejak dini di lingkungan sekolah. Gagasan tersebut disampaikan di Balai Sarbini, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026).

    Bagi orang tua dan sekolah, rasa aman tidak hanya berarti memastikan anak tiba dan pulang dengan selamat. Anak-anak juga membutuhkan sosok yang mau mendengar, memahami persoalan mereka, serta membantu ketika menghadapi ajakan atau pengaruh yang dapat merugikan masa depannya.

    Program tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) yang telah diluncurkan Kapolda Metro Jaya pada 11 Maret 2026. FKPMS sebelumnya dikembangkan di 11 sekolah di Jakarta sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam melakukan deteksi dini serta menangani berbagai persoalan di lingkungan pendidikan.

    Melalui Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar, personel kepolisian diarahkan hadir lebih dekat dengan siswa melalui pendampingan, pembinaan, dan komunikasi yang berkelanjutan. Kehadiran tersebut tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi ditujukan untuk membangun kedekatan agar pelajar memiliki ruang yang aman untuk bertanya, bercerita, dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

    “Yang kita bangun melalui program ini adalah sistem pencegahan sejak dini agar anak-anak kita tidak masuk situasi yang bisa merugikan masa depannya,” kata Komjen Pol. Asep Edi Suheri.

    Bagi para pelajar, program ini diharapkan menghadirkan polisi sebagai sahabat yang dapat dipercaya. Personel akan memberikan pemahaman mengenai risiko berbagai tindakan yang melanggar hukum sekaligus membantu siswa menghadapi tekanan, ajakan, ataupun pengaruh yang berpotensi membawa mereka ke dalam situasi yang merugikan.

    Orang tua dan sekolah juga menjadi bagian penting dalam pola pendampingan tersebut. Komunikasi yang terbuka diharapkan membantu setiap persoalan dikenali lebih awal sehingga dapat ditangani bersama sebelum berkembang lebih jauh.

    Komjen Pol. Asep Edi Suheri menegaskan bahwa perlindungan terhadap pelajar tidak dapat dijalankan oleh kepolisian sendiri. Karena itu, personel diminta memahami karakter lingkungan sekolah, mengenali dinamika yang dihadapi siswa, serta membangun komunikasi yang baik dengan guru dan orang tua.

    Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat tujuan FKPMS dalam membangun sistem pencegahan terhadap berbagai persoalan di lingkungan pendidikan, termasuk perundungan, kekerasan, tawuran, pengaruh negatif media sosial, serta persoalan lain yang dapat mengganggu keamanan dan perkembangan pelajar.

    Melalui Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar, Polda Metro Jaya mendorong terbangunnya kemitraan yang lebih erat antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan siswa. Polisi diharapkan hadir bukan sebagai sosok yang ditakuti, melainkan sebagai pihak yang dapat dipercaya, mau mendengar, dan membantu pelajar ketika menghadapi persoalan yang dapat merugikan masa depannya.

  • Polda Metro Jaya Gagas Program Orang Tua Asuh di Sekolah, Kapolda Metro Beberkan Tujuannya

    Polda Metro Jaya Gagas Program Orang Tua Asuh di Sekolah, Kapolda Metro Beberkan Tujuannya

    JAKARTA — Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menggagas Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar sebagai upaya memperkuat perlindungan dan pencegahan sejak dini di lingkungan sekolah. Gagasan tersebut disampaikan di Balai Sarbini, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026).

    Bagi orang tua dan sekolah, rasa aman tidak hanya berarti memastikan anak tiba dan pulang dengan selamat. Anak-anak juga membutuhkan sosok yang mau mendengar, memahami persoalan mereka, serta membantu ketika menghadapi ajakan atau pengaruh yang dapat merugikan masa depannya.

    Program tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) yang telah diluncurkan Kapolda Metro Jaya pada 11 Maret 2026. FKPMS sebelumnya dikembangkan di 11 sekolah di Jakarta sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam melakukan deteksi dini serta menangani berbagai persoalan di lingkungan pendidikan.

    Melalui Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar, personel kepolisian diarahkan hadir lebih dekat dengan siswa melalui pendampingan, pembinaan, dan komunikasi yang berkelanjutan. Kehadiran tersebut tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi ditujukan untuk membangun kedekatan agar pelajar memiliki ruang yang aman untuk bertanya, bercerita, dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

    “Yang kita bangun melalui program ini adalah sistem pencegahan sejak dini agar anak-anak kita tidak masuk situasi yang bisa merugikan masa depannya,” kata Komjen Pol. Asep Edi Suheri.

    Bagi para pelajar, program ini diharapkan menghadirkan polisi sebagai sahabat yang dapat dipercaya. Personel akan memberikan pemahaman mengenai risiko berbagai tindakan yang melanggar hukum sekaligus membantu siswa menghadapi tekanan, ajakan, ataupun pengaruh yang berpotensi membawa mereka ke dalam situasi yang merugikan.

    Orang tua dan sekolah juga menjadi bagian penting dalam pola pendampingan tersebut. Komunikasi yang terbuka diharapkan membantu setiap persoalan dikenali lebih awal sehingga dapat ditangani bersama sebelum berkembang lebih jauh.

    Komjen Pol. Asep Edi Suheri menegaskan bahwa perlindungan terhadap pelajar tidak dapat dijalankan oleh kepolisian sendiri. Karena itu, personel diminta memahami karakter lingkungan sekolah, mengenali dinamika yang dihadapi siswa, serta membangun komunikasi yang baik dengan guru dan orang tua.

    Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat tujuan FKPMS dalam membangun sistem pencegahan terhadap berbagai persoalan di lingkungan pendidikan, termasuk perundungan, kekerasan, tawuran, pengaruh negatif media sosial, serta persoalan lain yang dapat mengganggu keamanan dan perkembangan pelajar.

    Melalui Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar, Polda Metro Jaya mendorong terbangunnya kemitraan yang lebih erat antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan siswa. Polisi diharapkan hadir bukan sebagai sosok yang ditakuti, melainkan sebagai pihak yang dapat dipercaya, mau mendengar, dan membantu pelajar ketika menghadapi persoalan yang dapat merugikan masa depannya.

  • Forum Wartawan Polri Gelar Syukuran Bersama Insan Pers dan PJU Polda Metro Jaya

    Forum Wartawan Polri Gelar Syukuran Bersama Insan Pers dan PJU Polda Metro Jaya

    Jakarta — Rasa syukur suasana penuh kekeluargaan menyelimuti perayaan terpilihnya kembali Faruk sebagai Ketua Forum Wartawan Polri (FWP) Polda Metro Jaya untuk periode 2026–2028. Ini adalah keempat kalinya Faruk mendapat kepercayaan memimpin organisasi yang mewadahi para awak media lingkup kepolisian tersebut.

    Acara Syukuran yang diiringi doa bersama — khususnya untuk 8 jurnalis yang kena musibah anak gunung Merapi Krakatau di lanjutkan dengan makan bersama, Syukuran FWP dihadiri langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si.

    Dalam kesempatan tersebut Kombes Budi menyapa secara akrab seluruh kalangan wartawan yang hadir, didampingi oleh (PJU).

    Kehadiran Kabid Humas dan PJU menjadi bukti dukungan sekaligus penguatan hubungan kemitraan antara kepolisian dan kalangan Pers. Ia menyambut baik terpilihnya kembali Faruk, berharap kepercayaan yang diberikan menjadi landasan untuk menjaga kesolidan tim, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kualitas kerja sama yang transparan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

    Faruk sendiri menyatakan siap mengemban amanah untuk periode keempat ini. Ia menegaskan komitmen untuk terus menjaga keharmonisan, memperkokoh persatuan sesama anggota, serta memastikan FWP Polda Metro Jaya tetap menjadi mitra yang kredibel dan dapat diandalkan oleh institusi kepolisian maupun publik

    Dari rasa syukur untuk Insan Pers FWP, Faruk beserta pengurus membagikan Jaket dan Tas Ransel kepada semua anggota pers FWP.

  • Forum Wartawan Polri (FWP) Gelar Syukuran Bersama Insan Pers dan PJU Polda Metro Jaya

    Forum Wartawan Polri (FWP) Gelar Syukuran Bersama Insan Pers dan PJU Polda Metro Jaya

    Jakarta — Rasa syukur suasana penuh kekeluargaan menyelimuti perayaan terpilihnya kembali Faruk sebagai Ketua Forum Wartawan Polri (FWP) Polda Metro Jaya untuk periode 2026–2028. Ini adalah keempat kalinya Faruk mendapat kepercayaan memimpin organisasi yang mewadahi para awak media lingkup kepolisian tersebut.

    Acara Syukuran yang diiringi doa bersama — khususnya untuk 8 jurnalis yang kena musibah anak gunung Merapi Krakatau di lanjutkan dengan makan bersama, Syukuran FWP dihadiri langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si.

    Dalam kesempatan tersebut Kombes Budi menyapa secara akrab seluruh kalangan wartawan yang hadir, didampingi oleh (PJU).

    Kehadiran Kabid Humas dan PJU menjadi bukti dukungan sekaligus penguatan hubungan kemitraan antara kepolisian dan kalangan Pers. Ia menyambut baik terpilihnya kembali Faruk, berharap kepercayaan yang diberikan menjadi landasan untuk menjaga kesolidan tim, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kualitas kerja sama yang transparan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

    Faruk sendiri menyatakan siap mengemban amanah untuk periode keempat ini. Ia menegaskan komitmen untuk terus menjaga keharmonisan, memperkokoh persatuan sesama anggota, serta memastikan FWP Polda Metro Jaya tetap menjadi mitra yang kredibel dan dapat diandalkan oleh institusi kepolisian maupun publik

    Dari rasa syukur untuk Insan Pers FWP, Faruk beserta pengurus membagikan Jaket dan Tas Ransel kepada semua anggota pers FWP.

  • Forum Wartawan Polri (FWP) Gelar Syukuran Bersama Insan Pers dan PJU Polda Metro Jaya

    Forum Wartawan Polri (FWP) Gelar Syukuran Bersama Insan Pers dan PJU Polda Metro Jaya

    Jakarta — Rasa syukur suasana penuh kekeluargaan menyelimuti perayaan terpilihnya kembali Faruk sebagai Ketua Forum Wartawan Polri (FWP) Polda Metro Jaya untuk periode 2026–2028. Ini adalah keempat kalinya Faruk mendapat kepercayaan memimpin organisasi yang mewadahi para awak media lingkup kepolisian tersebut.

    Acara Syukuran yang diiringi doa bersama — khususnya untuk 8 jurnalis yang kena musibah anak gunung Merapi Krakatau di lanjutkan dengan makan bersama, Syukuran FWP dihadiri langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si.

    Dalam kesempatan tersebut Kombes Budi menyapa secara akrab seluruh kalangan wartawan yang hadir, didampingi oleh (PJU).

    Kehadiran Kabid Humas dan PJU menjadi bukti dukungan sekaligus penguatan hubungan kemitraan antara kepolisian dan kalangan Pers. Ia menyambut baik terpilihnya kembali Faruk, berharap kepercayaan yang diberikan menjadi landasan untuk menjaga kesolidan tim, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kualitas kerja sama yang transparan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

    Faruk sendiri menyatakan siap mengemban amanah untuk periode keempat ini. Ia menegaskan komitmen untuk terus menjaga keharmonisan, memperkokoh persatuan sesama anggota, serta memastikan FWP Polda Metro Jaya tetap menjadi mitra yang kredibel dan dapat diandalkan oleh institusi kepolisian maupun publik

    Dari rasa syukur untuk Insan Pers FWP, Faruk beserta pengurus membagikan Jaket dan Tas Ransel kepada semua anggota pers FWP.