| Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara melalui personel KP XV-2010 bersama masyarakat melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai di Desa Labuan Uki, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Selasa (3/11/2026).
Blog
-
Bersama Masyarakat Ditpolairud Polda Sulut Bersama Masyarakat Gelar Aksi Bersih Pantai Di Labuan Uki
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat. Personel Ditpolairud Polda Sulut bersama warga terlibat langsung dalam kegiatan membersihkan lingkungan pantai.Aksi bersih pantai ini menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan pengamanan wilayah perairan, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.Dalam kegiatan tersebut, kru KP XV-2010 bersama masyarakat setempat bergotong royong membersihkan area pantai dari sampah yang berpotensi mengganggu kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir.Direktur Polairud Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, menyampaikan apresiasi kepada personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas kepolisian.“Apresiasi kepada seluruh anggota Ditpolairud yang terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Tugas Polairud bukan hanya di laut, tetapi juga hadir bersama masyarakat untuk menjaga lingkungan dan membangun kebersamaan,” ujar Bayuaji.Melalui kegiatan ini, Ditpolairud Polda Sulut berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan pantai dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Lingkungan pesisir yang bersih merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dijaga secara berkelanjutan.Kegiatan bersih pantai di Desa Labuan Uki tersebut menjadi wujud komitmen Ditpolairud Polda Sulut dalam mendukung terciptanya lingkungan pesisir yang bersih, sekaligus memperkuat semangat “Polisi Bersama Masyarakat” melalui kegiatan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. -
Ditpolairud Polda Sulut Bersama Masyarakat Gelar Aksi Bersih Pantai Di Labuan Uki
| Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara melalui personel KP XV-2010 bersama masyarakat melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai di Desa Labuan Uki, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat. Personel Ditpolairud Polda Sulut bersama warga terlibat langsung dalam kegiatan membersihkan lingkungan pantai.Aksi bersih pantai ini menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan pengamanan wilayah perairan, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.Dalam kegiatan tersebut, kru KP XV-2010 bersama masyarakat setempat bergotong royong membersihkan area pantai dari sampah yang berpotensi mengganggu kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir.Direktur Polairud Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, menyampaikan apresiasi kepada personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas kepolisian.“Apresiasi kepada seluruh anggota Ditpolairud yang terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Tugas Polairud bukan hanya di laut, tetapi juga hadir bersama masyarakat untuk menjaga lingkungan dan membangun kebersamaan,” ujar Bayuaji.Melalui kegiatan ini, Ditpolairud Polda Sulut berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan pantai dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Lingkungan pesisir yang bersih merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dijaga secara berkelanjutan.Kegiatan bersih pantai di Desa Labuan Uki tersebut menjadi wujud komitmen Ditpolairud Polda Sulut dalam mendukung terciptanya lingkungan pesisir yang bersih, sekaligus memperkuat semangat “Polisi Bersama Masyarakat” melalui kegiatan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. -
Ditpolairud Polda Sulut Bersama Masyarakat Gelar Aksi Bersih Pantai Di Labuan Uki
| Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara melalui personel KP XV-2010 bersama masyarakat melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai di Desa Labuan Uki, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat. Personel Ditpolairud Polda Sulut bersama warga terlibat langsung dalam kegiatan membersihkan lingkungan pantai.Aksi bersih pantai ini menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan pengamanan wilayah perairan, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.Dalam kegiatan tersebut, kru KP XV-2010 bersama masyarakat setempat bergotong royong membersihkan area pantai dari sampah yang berpotensi mengganggu kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir.Direktur Polairud Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, menyampaikan apresiasi kepada personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas kepolisian.“Apresiasi kepada seluruh anggota Ditpolairud yang terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Tugas Polairud bukan hanya di laut, tetapi juga hadir bersama masyarakat untuk menjaga lingkungan dan membangun kebersamaan,” ujar Bayuaji.Melalui kegiatan ini, Ditpolairud Polda Sulut berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan pantai dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Lingkungan pesisir yang bersih merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dijaga secara berkelanjutan.Kegiatan bersih pantai di Desa Labuan Uki tersebut menjadi wujud komitmen Ditpolairud Polda Sulut dalam mendukung terciptanya lingkungan pesisir yang bersih, sekaligus memperkuat semangat “Polisi Bersama Masyarakat” melalui kegiatan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. -
Ditpolairud Polda Sulut Bersama Masyarakat Gelar Aksi Bersih Pantai Di Labuan Uki
| Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara melalui personel KP XV-2010 bersama masyarakat melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai di Desa Labuan Uki, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat. Personel Ditpolairud Polda Sulut bersama warga terlibat langsung dalam kegiatan membersihkan lingkungan pantai.Aksi bersih pantai ini menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan pengamanan wilayah perairan, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.Dalam kegiatan tersebut, kru KP XV-2010 bersama masyarakat setempat bergotong royong membersihkan area pantai dari sampah yang berpotensi mengganggu kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir.Direktur Polairud Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, menyampaikan apresiasi kepada personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas kepolisian.“Apresiasi kepada seluruh anggota Ditpolairud yang terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Tugas Polairud bukan hanya di laut, tetapi juga hadir bersama masyarakat untuk menjaga lingkungan dan membangun kebersamaan,” ujar Bayuaji.Melalui kegiatan ini, Ditpolairud Polda Sulut berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan pantai dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Lingkungan pesisir yang bersih merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dijaga secara berkelanjutan.Kegiatan bersih pantai di Desa Labuan Uki tersebut menjadi wujud komitmen Ditpolairud Polda Sulut dalam mendukung terciptanya lingkungan pesisir yang bersih, sekaligus memperkuat semangat “Polisi Bersama Masyarakat” melalui kegiatan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. -
Ditpolairud Polda Sulut Bersama Masyarakat Gelar Aksi Bersih Pantai Di Labuan Uki
| Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara melalui personel KP XV-2010 bersama masyarakat melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai di Desa Labuan Uki, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat. Personel Ditpolairud Polda Sulut bersama warga terlibat langsung dalam kegiatan membersihkan lingkungan pantai.Aksi bersih pantai ini menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan pengamanan wilayah perairan, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.Dalam kegiatan tersebut, kru KP XV-2010 bersama masyarakat setempat bergotong royong membersihkan area pantai dari sampah yang berpotensi mengganggu kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir.Direktur Polairud Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, menyampaikan apresiasi kepada personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas kepolisian.“Apresiasi kepada seluruh anggota Ditpolairud yang terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Tugas Polairud bukan hanya di laut, tetapi juga hadir bersama masyarakat untuk menjaga lingkungan dan membangun kebersamaan,” ujar Bayuaji.Melalui kegiatan ini, Ditpolairud Polda Sulut berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan pantai dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Lingkungan pesisir yang bersih merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dijaga secara berkelanjutan.Kegiatan bersih pantai di Desa Labuan Uki tersebut menjadi wujud komitmen Ditpolairud Polda Sulut dalam mendukung terciptanya lingkungan pesisir yang bersih, sekaligus memperkuat semangat “Polisi Bersama Masyarakat” melalui kegiatan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. -
Ditpolairud Polda Sulut Bersama Masyarakat Gelar Aksi Bersih Pantai Di Labuan Uki
| Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara melalui personel KP XV-2010 bersama masyarakat melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai di Desa Labuan Uki, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat. Personel Ditpolairud Polda Sulut bersama warga terlibat langsung dalam kegiatan membersihkan lingkungan pantai.Aksi bersih pantai ini menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan pengamanan wilayah perairan, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.Dalam kegiatan tersebut, kru KP XV-2010 bersama masyarakat setempat bergotong royong membersihkan area pantai dari sampah yang berpotensi mengganggu kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir.Direktur Polairud Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, menyampaikan apresiasi kepada personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas kepolisian.“Apresiasi kepada seluruh anggota Ditpolairud yang terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Tugas Polairud bukan hanya di laut, tetapi juga hadir bersama masyarakat untuk menjaga lingkungan dan membangun kebersamaan,” ujar Bayuaji.Melalui kegiatan ini, Ditpolairud Polda Sulut berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan pantai dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Lingkungan pesisir yang bersih merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dijaga secara berkelanjutan.Kegiatan bersih pantai di Desa Labuan Uki tersebut menjadi wujud komitmen Ditpolairud Polda Sulut dalam mendukung terciptanya lingkungan pesisir yang bersih, sekaligus memperkuat semangat “Polisi Bersama Masyarakat” melalui kegiatan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. -
Cegah Banjir, Kapolda Sulut Turun ke Sungai Tondano Bersihkan Sampah dan Eceng Gondok
Cegah Banjir, Kapolda Sulut Turun ke Sungai Tondano Bersihkan Sampah dan Eceng Gondok

Ancaman banjir tak cukup dihadapi dengan menunggu air meluap.
Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Yudho Hermanto memilih turun langsung ke Sungai Tondano untuk membersihkan sampah dan eceng gondok yang berpotensi menghambat aliran air.
View on Threads
Aksi tersebut dilakukan melalui program Blue Policing, Selasa (3/11/2026).Bersama sejumlah instansi terkait, Yudho menyusuri sungai sekaligus memantau titik-titik yang berisiko memicu banjir saat curah hujan meningkat.
Patroli gabungan ini melibatkan personel Ditpolairud Polda Sulut, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, Basarnas, dan BPBD Kota Manado.
Rombongan menyusuri aliran Sungai Tondano sepanjang lima kilometer, mulai dari kawasan Maumbi, Kabupaten Minahasa Utara, hingga Dendengan Luar, Kota Manado.
Di sepanjang perjalanan, Kapolda tidak hanya memantau kondisi sungai.
Ia juga ikut mengangkat sampah dan membersihkan eceng gondok yang menghambat aliran air.
“Melalui Blue Policing, kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga sungai bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. Jangan menunggu banjir datang baru kita bergerak,” ujar Yudho.
Selain melakukan pembersihan, Kapolda Sulut juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Tondano, khususnya masyarakat di kawasan Kairagi.
Menurut Yudho, pencegahan banjir membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mengambil bagian dalam upaya melindungi warga dari ancaman bencana.
Sementara itu, Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menjelaskan, kegiatan Blue Policing melibatkan 30 personel Ditpolairud, delapan personel Balai Sungai, dan enam personel Basarnas.
Tim gabungan tidak hanya membersihkan sampah dan tumbuhan air.
Mereka juga memantau kondisi aliran sungai serta mengidentifikasi sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan gangguan ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Sungai merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Ketika alirannya terganggu akibat sampah dan tumbuhan air, dampaknya bisa langsung dirasakan warga. Karena itu, kami bergerak bersama untuk mengurangi risiko tersebut sejak dini,” kata Bayuaji.
Ia menambahkan, program Blue Policing juga menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai.
Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan instansi terkait diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan bencana sekaligus menjaga lingkungan perairan.
“Menjaga sungai tidak bisa dilakukan oleh polisi saja. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat yang hidup berdampingan dengan sungai. Inilah semangat Polisi Bersama Masyarakat yang terus kami dorong,” pungkasnya.
-
Cegah Banjir, Kapolda Sulut Turun ke Sungai Tondano Bersihkan Sampah dan Eceng Gondok
Cegah Banjir, Kapolda Sulut Turun ke Sungai Tondano Bersihkan Sampah dan Eceng Gondok

Ancaman banjir tak cukup dihadapi dengan menunggu air meluap.
Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Yudho Hermanto memilih turun langsung ke Sungai Tondano untuk membersihkan sampah dan eceng gondok yang berpotensi menghambat aliran air.
View on Threads
Aksi tersebut dilakukan melalui program Blue Policing, Selasa (3/11/2026).Bersama sejumlah instansi terkait, Yudho menyusuri sungai sekaligus memantau titik-titik yang berisiko memicu banjir saat curah hujan meningkat.
Patroli gabungan ini melibatkan personel Ditpolairud Polda Sulut, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, Basarnas, dan BPBD Kota Manado.
Rombongan menyusuri aliran Sungai Tondano sepanjang lima kilometer, mulai dari kawasan Maumbi, Kabupaten Minahasa Utara, hingga Dendengan Luar, Kota Manado.
Di sepanjang perjalanan, Kapolda tidak hanya memantau kondisi sungai.
Ia juga ikut mengangkat sampah dan membersihkan eceng gondok yang menghambat aliran air.
“Melalui Blue Policing, kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga sungai bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. Jangan menunggu banjir datang baru kita bergerak,” ujar Yudho.
Selain melakukan pembersihan, Kapolda Sulut juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Tondano, khususnya masyarakat di kawasan Kairagi.
Menurut Yudho, pencegahan banjir membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mengambil bagian dalam upaya melindungi warga dari ancaman bencana.
Sementara itu, Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menjelaskan, kegiatan Blue Policing melibatkan 30 personel Ditpolairud, delapan personel Balai Sungai, dan enam personel Basarnas.
Tim gabungan tidak hanya membersihkan sampah dan tumbuhan air.
Mereka juga memantau kondisi aliran sungai serta mengidentifikasi sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan gangguan ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Sungai merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Ketika alirannya terganggu akibat sampah dan tumbuhan air, dampaknya bisa langsung dirasakan warga. Karena itu, kami bergerak bersama untuk mengurangi risiko tersebut sejak dini,” kata Bayuaji.
Ia menambahkan, program Blue Policing juga menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai.
Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan instansi terkait diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan bencana sekaligus menjaga lingkungan perairan.
“Menjaga sungai tidak bisa dilakukan oleh polisi saja. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat yang hidup berdampingan dengan sungai. Inilah semangat Polisi Bersama Masyarakat yang terus kami dorong,” pungkasnya.
-
Cegah Banjir, Kapolda Sulut Turun ke Sungai Tondano Bersihkan Sampah dan Eceng Gondok
Cegah Banjir, Kapolda Sulut Turun ke Sungai Tondano Bersihkan Sampah dan Eceng Gondok

Ancaman banjir tak cukup dihadapi dengan menunggu air meluap.
Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Yudho Hermanto memilih turun langsung ke Sungai Tondano untuk membersihkan sampah dan eceng gondok yang berpotensi menghambat aliran air.
View on Threads
Aksi tersebut dilakukan melalui program Blue Policing, Selasa (3/11/2026).Bersama sejumlah instansi terkait, Yudho menyusuri sungai sekaligus memantau titik-titik yang berisiko memicu banjir saat curah hujan meningkat.
Patroli gabungan ini melibatkan personel Ditpolairud Polda Sulut, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, Basarnas, dan BPBD Kota Manado.
Rombongan menyusuri aliran Sungai Tondano sepanjang lima kilometer, mulai dari kawasan Maumbi, Kabupaten Minahasa Utara, hingga Dendengan Luar, Kota Manado.
Di sepanjang perjalanan, Kapolda tidak hanya memantau kondisi sungai.
Ia juga ikut mengangkat sampah dan membersihkan eceng gondok yang menghambat aliran air.
“Melalui Blue Policing, kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga sungai bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. Jangan menunggu banjir datang baru kita bergerak,” ujar Yudho.
Selain melakukan pembersihan, Kapolda Sulut juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Tondano, khususnya masyarakat di kawasan Kairagi.
Menurut Yudho, pencegahan banjir membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mengambil bagian dalam upaya melindungi warga dari ancaman bencana.
Sementara itu, Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menjelaskan, kegiatan Blue Policing melibatkan 30 personel Ditpolairud, delapan personel Balai Sungai, dan enam personel Basarnas.
Tim gabungan tidak hanya membersihkan sampah dan tumbuhan air.
Mereka juga memantau kondisi aliran sungai serta mengidentifikasi sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan gangguan ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Sungai merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Ketika alirannya terganggu akibat sampah dan tumbuhan air, dampaknya bisa langsung dirasakan warga. Karena itu, kami bergerak bersama untuk mengurangi risiko tersebut sejak dini,” kata Bayuaji.
Ia menambahkan, program Blue Policing juga menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai.
Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan instansi terkait diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan bencana sekaligus menjaga lingkungan perairan.
“Menjaga sungai tidak bisa dilakukan oleh polisi saja. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat yang hidup berdampingan dengan sungai. Inilah semangat Polisi Bersama Masyarakat yang terus kami dorong,” pungkasnya.
-
Kapolda Sulut Susuri Sungai Tondano, Petakan Potensi Banjir Jelang Musim Hujan
Kapolda Sulut Susuri Sungai Tondano, Petakan Potensi Banjir Jelang Musim Hujan

Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto saat menyusuri DAS Tondano bersama instansi terkait untuk mengantisipasi potensi banjir.
Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto, S.I.K., M.M., turun langsung menyusuri Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan ini bertujuan mengantisipasi potensi banjir menjelang musim penghujan.
Dalam patroli tersebut, Kapolda didampingi Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, perwakilan BPBD, Basarnas, serta Pemerintah Kota Manado.
Rombongan memulai penyusuran dari kawasan Rumah Alam Ringroad. Selanjutnya, mereka mengikuti aliran Sungai Tondano hingga Pos Pemantauan Banjir Dendengan Luar, Kota Manado.
Melalui kegiatan ini, Kapolda ingin melihat langsung kondisi sungai.
Selain itu, patroli tersebut bertujuan mengidentifikasi titik rawan yang berpotensi memicu banjir saat curah hujan meningkat.
“Jadi kegiatan ini adalah sekaligus kita mau melakukan cek dan melihat daerah aliran Sungai Tondano. Berkaitan dengan sudah mulai masuk musim penghujan. Beberapa kali sudah terjadi hujan di wilayah Sulawesi Utara, khususnya Manado. Ini sebagai langkah antisipasi, supaya apabila hujan dari daerah Minahasa dan lain sebagainya turun ke mana, ke daerah aliran sungai, itu bisa lancar airnya sampai ke laut,” ujar Irjen Pol Yudo Hermanto.
Baca Juga : Kapolda Sulut Irjen Pol Yudho Hermanto Sambangi Jalan Roda Manado, Pererat Silaturahmi dengan MasyarakatKapolda Sulut Temukan Sedimentasi dan Sampah di Sungai Tondano
Dari hasil penyusuran sepanjang kurang lebih 5 kilometer, tim menemukan sejumlah kendala di sepanjang aliran sungai.
Kendala tersebut meliputi sedimentasi berupa endapan material serta penumpukan sampah.
Sampah plastik mendominasi tumpukan yang ditemukan di sejumlah titik.
Menanggapi kondisi itu, kepolisian bersama instansi terkait turut memberikan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
Baca Juga : BI Perkuat Pengendalian Inflasi Pangan, Sebut TP PKK Sulut Ujung Tombak Ketahanan KeluargaKapolda mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan.
Sebab, tumpukan sampah dapat menyumbat aliran air dan memicu luapan sungai ketika hujan deras.
Selain itu, Kapolda menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga untuk menghadapi musim penghujan.
Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu mengambil langkah sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
“Melalui sinergi bersama Pemkot Manado, stakeholder terkait, BPBD, Basarnas, serta balai sungai, peninjauan ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah serta tindakan konkret sesuai dengan porsi kerja masing-masing. Langkah proaktif ini merupakan wujud nyata program polisi bersama masyarakat dalam mengantisipasi kesiapan menghadapi musim penghujan,” pungkas Kapolda.
Patroli tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir di wilayah Manado.